Menurut Einstein:

t’=waktu benda yang bergerak
t=waktu benda yang diam
v=kecepatan benda
c=kecepatan cahaya
Diterangkan bahwa perbandingan nilai kecepatan suatu benda dengan kecepatan cahaya, akan berpengaruh pada keadaan benda tersebut. Semakin dekat nilai kecepatan suatu benda (v) dengan kecepatan cahaya (c), semakin besar pula efek yang dialaminya (t`): perlambatan waktu. (ke masa depan)
Hingga ketika kecepatan benda menyamai kecepatan cahaya (v=c), benda itu pun sampai pada satu keadaan nol. (waktu yg berhenti)
Demikian, namun jika kecepatan benda dapat melampaui kecepatan cahaya (v>c), keadaan pun berubah. Efek yang dialami bukan lagi perlambatan waktu, namun sebaliknya. (ke masa lampau)
Ini yang sangat mungkin terjadi (Allah yg paling mengetahui) ketika perjalanan Isro' (Mekkah - Palestina) Mi'roj (Palestina ke langit tingkat ke tujuh) Nabi Muhammad SAW kenapa bisa cuma satu malam saja dengan kendaraan Buroq. Dengan kecepatan cahaya bahkan melebihi nya, waktu akan berhenti hingga bahkan akan mundur kembali ke masa lampau.
Inilah mengapa Nabi Muhammad SAW mampu bertemu dengan nabi-nabi sebelumnya dalam peristiwa Mi'raj. (Allah yg Maha Mengetahui)
Dan patut diduga hal yang hampir sama terjadi pada nabi ISA (AS) / YESUS (AS) (Allah yg paling mengetahui)
Umat Islam dan Kristen meyakini ISA (AS) atau YESUS telah diangkat ke langit dan akan datang lagi suatu saat nanti. Kedatangannya dengan keadaan yang sama, baju, alas kaki, rambut dan wewangian yg sama saat nabi Isa (AS) / Yesus (AS) diangkat ke langit. Bagi Nabi Isa kembalinya ke bumi tak ubah hanya perjalanan singkat beberapa saat atau bahkan mungkin dalam 1 detik sesaat setelah diangkatnya beliau ke langit ribuan tahun yg lalu.
Diangkatnya beliau dengan hampir mencapai kecepatan cahaya menyebabkan waktu melambat terhadap beliau dan terjadi perbedaan kecepatan waktu dengan waktu di bumi.
Analogi yg hampir sama pernah diutarakan oleh Albert Einstein yg terkenal dengan paradoks kembar untuk menjelaskan teori relativitas waktu:
Ada dua anak kembar, awalnya di tempat yang sama dan dengan dua jam yg sama, disinkronisasi. Salah satu kembar tinggal di Bumi, sementara saudara kembarnya melakukan perjalanan di atas kapal ruang angkasa dengan kecepatan sangat tinggi, hingga 80% kecepatan cahaya. Setelah kembali ke Bumi, astronot menemukan kembali saudara kembarnya di bumi lebih tua dari dia dengan selisih 20 tahun!
Sejak pesawat bergerak dengan kecepatan tinggi, semua fenomena berjalan lebih lambat, dengan asumsi bahwa jam biologis (misalnya, pulsations irama jantung, denyut nadinya) berperilaku seperti arloji biasa, juga ' penuaan akan menjadi lebih lambat.
Relativitas waktu. Kecepatan waktu tergantung pada kecepatan obyek yg bersangkutan. Apabila agan mampu bergerak mendekati kecepatan cahaya maka agan akan melihat lingkungan yg tak bergerak disekitar agan lebih cepat menua (dr sinilah ide perjalanan ke masa depan).
Jikalau agan bisa bergerak melebihi kecepatan cahaya maka akan sebaliknya, agan akan kembali ke masa lampau dengan kecepatan waktu tertentu sementara umur agan hanya sedikit berubah.
Diangkatnya Nabi Isa (AS)/Yesus dengan kecepatan hampir menyamai kecepatan cahaya akan mengakibatkan perbedaan waktu antara beliau (waktu yg melambat atau hampir berhenti) dengan keadaan di Bumi (yang waktunya jauh lebih cepat dengan waktu beliau).
Kembalinya Nabi ISA (AS) / YESUS kebumi satu saat nanti adalah peristiwa yg masuk akal. Ilmu pengetahuan masa kini memberikan landasan teori yg sahih bagi terjadinya fenomena ini.
Kondisi Nabi Isa (AS) / Yesus saat kembali akan sama persis dengan kondisi beliau ribuan tahun yg lalu saat beliau diangkat Sang Pencipta. Hal ini dikarenakan diangkatnya beliau hampir menyamai kecepatan cahaya yg menyebabkan beliau hanya menjalaninya waktu yg sekejap sementara di bumi butuh waktu ribuan tahun berlalu hingga Nabi Isa / Yesus turun kembali.
Wallahu a’lam (Dan Allah yang Mahatahu)